Description
Pengeboran pondasi dalam manual menjadi solusi tepat untuk lahan sempit atau area padat penduduk. Metode ini tidak memerlukan akses alat berat sama sekali. Tim pelaksana mengandalkan bor auger dan tenaga manusia sepenuhnya untuk mengebor setiap titik pondasi. Dengan cara ini, proses pengerjaan berlangsung tanpa suara bising maupun getaran yang mengganggu lingkungan sekitar. Selain itu, teknik manual ini menjangkau titik-titik pondasi yang sulit dilalui kendaraan berat, seperti gang perumahan atau lokasi dengan akses jalan terbatas.
Tim mengacu pada standar SNI 8460:2017 agar setiap titik pengeboran memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan. Oleh karena itu, pondasi tetap kokoh dan sesuai kebutuhan struktur bangunan tanpa mengorbankan efisiensi waktu maupun anggaran proyek. Berkat pengalaman menangani ratusan titik pengeboran di Jabodetabek dan Jawa Barat, tim memahami karakteristik tanah di setiap wilayah.
Definisi Pengeboran Pondasi Dalam Manual
Pondasi dalam manual/ strauss pile adalah metode pembuatan pondasi yang mengandalkan bor auger manual dan tenaga manusia sepenuhnya. Metode ini sama sekali tidak melibatkan alat berat. Secara teknis, tim memutar bor berbentuk spiral secara manual untuk melubangi tanah hingga kedalaman tertentu. Setelah tim selesai mengebor lubang, mereka memasang tulangan besi lalu mengecor beton sesuai standar.
Berbeda dengan bore pile konvensional yang menggunakan mesin bertenaga hidrolik, metode strauss pile mengandalkan tenaga manusia sebagai penggerak utama. Oleh karena itu, teknik ini cocok diterapkan pada lahan sempit, gang perumahan, atau area padat penduduk yang sulit dijangkau alat berat. Selain itu, proses pengerjaannya berlangsung tanpa suara bising maupun getaran, sehingga tidak mengganggu bangunan di sekitar lokasi proyek.
Fungsi Strauss Pile
Fungsi strauss pile utamanya adalah menyalurkan beban bangunan dari struktur atas ke lapisan tanah keras di bawah permukaan. Pondasi ini menopang beban vertikal rumah tinggal, ruko, atau gedung bertingkat rendah secara merata ke setiap titik pengeboran. Selain menahan beban struktur utama, strauss pile juga mengikat pondasi agar bangunan tidak mengalami penurunan (settlement) yang tidak merata akibat kondisi tanah lunak.
Selain fungsi struktural tersebut, metode ini berperan penting sebagai solusi pondasi pada lahan dengan akses terbatas. Oleh karena itu, kontraktor sering memilih strauss pile ketika alat berat tidak dapat masuk ke lokasi proyek, seperti gang sempit atau area padat penduduk. Dengan demikian, strauss pile menjawab kebutuhan pondasi kuat tanpa mengorbankan kemudahan akses pengerjaan.
Faktor yang Mempengaruhi Strauss Pile
1. Kondisi Tanah
Kondisi tanah menjadi faktor paling menentukan dalam proses pengeboran. Tanah berpasir, tanah liat, dan tanah berbatu memerlukan teknik pengeboran yang berbeda. Oleh karena itu, tim selalu melakukan pengecekan awal sebelum menentukan metode pengeboran yang tepat.
2. Muka Air Tanah
Muka air tanah turut memengaruhi kecepatan dan kestabilan lubang bor. Ketika muka air tinggi, tim memerlukan penanganan tambahan agar dinding lubang tidak runtuh selama proses pengeboran berlangsung.
3. Kedalaman dan Diameter Titik Pengeboran
Kedalaman target serta diameter mata bor menentukan durasi pengerjaan setiap titik. Semakin dalam titik pengeboran, semakin besar tenaga dan waktu yang dibutuhkan operator untuk memutar bor auger secara manual.
4. Cuaca
Cuaca turut berperan penting terhadap kelancaran pengeboran. Hujan deras dapat membuat tanah menjadi lembek dan meningkatkan risiko longsor pada dinding lubang bor, sehingga tim perlu menyesuaikan jadwal kerja.
5. Keahlian Operator
Keahlian operator dalam membaca kondisi tanah dan mengatur ritme pengeboran menjadi penentu hasil akhir. Karena itu, tim kami selalu menempatkan operator berpengalaman pada setiap proyek di Jabodetabek dan Jawa Barat.

Harga Pengeboran Pondasi Dalam Manual Mandiri Trowel
| Diameter | Jasa (Rp/m) | Kedalaman |
|---|---|---|
| Ø20 cm | Rp105.000 | ±6 m |
| Ø25 cm | Rp110.000 | ±6 m |
| Ø30 cm | Rp115.000 | ±6 m |
| Ø35 cm | Rp125.000 | ±6 m |
| Ø40 cm | Rp175.000 | ±6 m |
Harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya. Untuk informasi harga terkini, silakan hubungi kami.
Baca Juga Harga Pondasi Bore Pile
Kelebihan & Kekurangan Strauss Pile
Kelebihan Strauss Pile
1. Tidak Memerlukan Alat Berat
Strauss pile mengandalkan bor auger manual sepenuhnya, sehingga tim dapat mengerjakan pondasi tanpa membawa alat berat ke lokasi proyek. Karena itu, metode ini cocok untuk gang sempit dan area padat penduduk.
2. Minim Bising dan Getaran
Proses pengeboran manual tidak menimbulkan suara bising maupun getaran signifikan. Oleh karena itu, metode ini aman diterapkan di dekat bangunan tetangga tanpa risiko keretakan struktur sekitar.
3. Biaya Mobilisasi Lebih Rendah
Tim tidak perlu mendatangkan alat berat, sehingga biaya mobilisasi menjadi jauh lebih ringan dibandingkan metode bore pile mesin. Dengan demikian, strauss pile menjadi pilihan ekonomis untuk proyek skala kecil-menengah.
4. Fleksibel pada Berbagai Kondisi Lahan
Metode ini menjangkau titik-titik pondasi yang sulit dilalui kendaraan besar. Selain itu, tim dapat menyesuaikan pola pengeboran sesuai bentuk lahan yang tidak beraturan.
Kekurangan Strauss Pile
1. Keterbatasan Kedalaman
Strauss pile umumnya hanya mencapai kedalaman 6-8 meter karena mengandalkan tenaga manusia. Akibatnya, metode ini kurang cocok untuk tanah lunak yang memerlukan pondasi lebih dalam.
2. Daya Dukung Lebih Rendah
Dibandingkan bore pile mesin, strauss pile memiliki diameter lebih kecil sehingga daya dukung per titik juga lebih terbatas. Karena itu, proyek bangunan bertingkat tinggi umumnya memerlukan metode pondasi lain.
3. Waktu Pengerjaan Lebih Lama per Titik
Proses manual membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan pengeboran bermesin. Meski demikian, tim kami mengatasi hal ini dengan menempatkan operator berpengalaman pada setiap titik pengeboran.
Tahapan Pekerjaan Pengeboran Strauss Pile
1. Penentuan dan Penandaan Titik Bor
Tim menentukan titik pengeboran sesuai gambar kerja dan hasil survei lokasi. Selanjutnya, tim menandai setiap titik menggunakan patok agar posisi pengeboran tetap presisi selama proses berlangsung.
2. Pemasangan Alat Bor Auger
Tim memasang bor auger tepat di atas titik yang sudah ditandai. Pada tahap ini, operator memastikan posisi bor benar-benar tegak lurus agar hasil pengeboran tidak melenceng dari titik rencana.
3. Pengeboran Manual Bertahap
Operator memutar bor auger secara manual sambil mengangkat tanah keluar dari lubang setiap beberapa puluh sentimeter. Dengan cara ini, tim dapat memantau lapisan tanah secara langsung dan menyesuaikan teknik pengeboran sesuai kondisi di lapangan.
4. Pemasangan Casing Sementara
Pada tanah yang mudah longsor, tim memasang casing sementara untuk menjaga kestabilan dinding lubang. Oleh karena itu, langkah ini penting dilakukan terutama saat muka air tanah cukup tinggi.
5. Pemeriksaan Kedalaman
Tim mengukur kedalaman lubang secara berkala hingga mencapai target sesuai spesifikasi proyek, umumnya 6-8 meter. Selain itu, tim mencatat setiap hasil pengukuran sebagai bagian dari laporan kualitas pekerjaan.
Informasi Pemesanan Pengeboran Pondasi Dalam Manual
Cakupan Layanan
1. Survei Titik Pengeboran
Tim melakukan survei lokasi terlebih dahulu untuk menentukan titik-titik pengeboran sesuai gambar kerja. Dengan begitu, setiap titik pondasi terpasang tepat sasaran sejak awal.
2. Pengeboran per Titik
Tim mengebor setiap titik menggunakan bor auger manual hingga mencapai kedalaman target. Selama proses ini, operator terus memantau kondisi tanah agar hasil pengeboran tetap presisi.
3. Pemasangan Casing
Pada tanah yang mudah longsor, tim memasang casing sementara untuk menjaga kestabilan lubang. Oleh karena itu, langkah ini memastikan lubang tetap aman hingga tahap pengecoran.
Tahapan pemesanan
1. Hubungi Tim
Anda menghubungi tim melalui WhatsApp atau telepon untuk menyampaikan kebutuhan proyek. Selanjutnya, tim merespons dan menjadwalkan konsultasi awal.
2. Survei Lapangan
Tim mendatangi lokasi proyek untuk mengukur kondisi tanah dan akses lahan secara langsung. Berdasarkan hasil survei ini, tim menentukan metode pengeboran yang paling sesuai.
3. Estimasi Biaya & Waktu
Tim menyusun estimasi biaya dan waktu pengerjaan berdasarkan jumlah titik, kedalaman, serta kondisi tanah di lokasi. Karena itu, Anda memperoleh gambaran anggaran yang transparan sejak awal.
4. Persetujuan & Jadwal Pengeboran
Setelah Anda menyetujui penawaran, tim menetapkan jadwal pelaksanaan sesuai kesepakatan bersama
Jangan biarkan lahan sempit atau akses terbatas menghambat rencana pembangunan Anda. Hubungi tim kami sekarang melalui WhatsApp atau telepon untuk mendapatkan survei lokasi dan konsultasi gratis. Kami siap membantu Anda mewujudkan pengeboran pondasi dalam manual dengan hasil pondasi yang kuat, presisi, dan sesuai anggaran proyek mulai dari hari ini.




Reviews
There are no reviews yet.